INDRAMAYU-Enam tahun bukan sekadar angka bagi Yayasan Ibu Hajjah Marinah (YABUMAR). Dari Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, semangat pengabdian kepada masyarakat terus dirawat melalui kegiatan sosial, keagamaan dan pendidikan.
Hal itu terlihat dalam rangkaian Milad YABUMAR ke-6 Tahun sekaligus Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang digelar Kamis (17/9/2026) di halaman Yayasan Ibu Hajjah Marinah (YABUMAR), Desa Lombang.
Rangkaian kegiatan sejak pagi hingga malam hari diisi dengan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat, mulai dari pengobatan gratis, khitanan massal, pembagian santunan hingga pengajian akbar dengan tausiah dari KH. Ginanjar Whisnu Kawirian, SH, yang dahulu dikenal luas dengan sebutan “Kyai Cilik.”
Kegiatan diawali dengan pengobatan gratis yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu melalui UPTD Puskesmas Juntinyuat.
Pelayanan kesehatan tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Masyarakat sekitar YABUMAR mendapatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya sekaligus memperoleh pelayanan medis.
Tak hanya pengobatan gratis, pada pukul 10.00 WIB rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan khitanan massal.
Semula panitia menargetkan enam anak mengikuti khitanan massal. Namun, pada pelaksanaannya hanya tiga peserta yang bersedia mengikuti prosesi khitan.
Memasuki pukul 13.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian santunan kepada masyarakat sekitar Yayasan Ibu Hajjah Marinah.
Program sosial tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indramayu.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Baznas Kabupaten Indramayu KH. Aspuri, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu Dr. H. Aghuts Muhaimin, Kuwu Desa Lombang H. Pandi, Ketua Yayasan Ibu Hajjah Marinah H. Adun Sastra, serta jajaran panitia Milad YABUMAR.
Kegiatan santunan tersebut menjadi bagian dari komitmen YABUMAR untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan sekitar yayasan.
Malam harinya, rangkaian Milad YABUMAR ke-6 memasuki acara puncak berupa pengajian akbar dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pengajian menghadirkan KH. Ginanjar Whisnu Kawirian, SH, atau yang dahulu dikenal dengan sebutan “Kyai Cilik”, sebagai pengisi tausiah.
Sejumlah unsur pemerintahan, TNI, Polri, tokoh masyarakat dan dunia usaha turut hadir. Di antaranya Bupati Indramayu Lucky Hakim yang diwakili Plt. Kabag Kesra Karsiwan, Camat Juntinyuat Ali Alamudin, Kapolsek Juntinyuat Iptu Trio Tirtana, Danramil Juntinyuat Kapten Effendi, Direktur PT Dewanta Global Nusantara (DGN) Tarjono, serta Ketua Koperasi Bareng-Bareng Sugih (BBS) Warsim.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menambah semarak peringatan Milad YABUMAR yang sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi antara yayasan, pemerintah, tokoh agama dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Yayasan Ibu Hajjah Marinah, Duloh, menyampaikan bahwa YABUMAR tidak ingin berhenti pada kegiatan sosial dan keagamaan.
Ke depan, YABUMAR berencana mengembangkan bidang pendidikan dengan mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (MI).
“Alhamdulillah, kami sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Agama Kabupaten Indramayu,” ujar H. Duloh dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak yayasan telah berkomunikasi dengan Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGM Indonesia) Kabupaten Indramayu, yang dipimpin Dr. H. Badrun.
Menurutnya, kehadiran Dr. H. Badrun dalam acara Milad YABUMAR menjadi bagian penting dari komunikasi dan ikhtiar bersama dalam mempersiapkan rencana pengembangan pendidikan tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini beliau langsung datang di acara Milad YABUMAR,” ungkapnya.
Rencana pendirian MI tersebut menjadi salah satu langkah baru YABUMAR dalam memperluas kiprah yayasan. Jika terealisasi, lembaga pendidikan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang memiliki dasar pendidikan agama sekaligus mampu menghadapi tantangan zaman.
Enam tahun perjalanan YABUMAR akhirnya tidak hanya dirayakan dengan seremoni. Dari pelayanan kesehatan, khitanan massal, santunan hingga pengajian, Milad ke-6 menjadi gambaran bagaimana sebuah yayasan berupaya menjaga kebermanfaatannya di tengah masyarakat.
Dari Lombang untuk masyarakat, YABUMAR menatap tahun-tahun berikutnya dengan semangat memperluas pengabdian termasuk melalui dunia pendidikan.
Nurbaeti