Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Warga Desa Tugu Kidul Pertanyakan Anggaran Sampah, PJU, dan Dana BUMDES dari tahun 2019 - 2024

Buserpolkrim.com Banyak anggaran yang digelontorkan Desa Tugu Kidul kecamatan Sliyeg kabupaten Indramayu diantaranya pemasangan...

Postingan Populer

Sabtu, 24 Januari 2026

Warga Desa Tugu Kidul Pertanyakan Anggaran Sampah, PJU, dan Dana BUMDES dari tahun 2019 - 2024


Buserpolkrim.com

Banyak anggaran yang digelontorkan Desa Tugu Kidul kecamatan Sliyeg kabupaten Indramayu diantaranya pemasangan Penerangan Jalan Umum ( PJU ) sebesar Rp 52.750.000 untuk 16 titik namun isu yang berkembang baru terpasang 5 tiang belum lagi dana BUMDes tahun anggaran 2025 kabarnya belum ada kejelasan.

Salah satu warga desa Tugu Kidul yang meminta agar jatidirinya dirahasiakan saat ditemui awak media jika pihaknya merasa prihatin dengan kondisi desa Tugu Kidul" ia sebagai warga Tugu Kidul saya merasa prihatin saja sebab selama ini ada beberapa pekerjaan yang diduga belum selesai , misalnya saja Sampah yang ada di blok Cibulus tidak diatur dengan baik sehingga bertebaran kemana mana, yang jadi persoalan sekarang apa ia tidak ada anggaran untuk angkut sampah saya kira satu hal yang mustahil " ujarnya 
Lanjut sumber " kemudian pemasangan Penerangan Jalan Umum ( PJU ) dari 16 titik yang terealisasi baru 5 titik anggarannya kan jelas 52 juta sekian ia, nah yang jadi pertanyaan kenapa hanya 5 titik ada apa sampai tidak dilanjutkan tentu alasannya harus jelas maksudnya biar masyarakat tugu kidul tahu , sebab dengan tidak dilanjutkannya pemasangan PJU warga pun jadi bertanya tanya sekarang lagi jadi bahan perguncingan nih terkait anggaran Bumdes sebesar 20 persen dari anggaran Dana Desa ini juga patut dipertanyakan , sebab isu yang beredar terlepas itu benar atau tidak pengurusnya sudah bubar, yang menjadi pertanyaan sekarang kalau betul pengurusnya bubar uang 20 persen dari DD dengan mengusun program KetaPang ( Ketahanan Pangan ) patut dipertanyakan juga " ungkap sumber sambil berbisik agar jatidirinya tetep dirahasiakan .

Sayangnya Kantor desa tugu kidul saat disambangi awak media Buserpolkrimnews sabtu pukul 9:35 wib (24/1 ) dalam keadaan sepi 

( Moh Kozim )

Koramil 14/Klego Gelar Patroli Malam Bersama Linmas dan Kokam di Desa Sumberagung

Boyolali – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Bati Tuud Koramil 14/Klego Peltu M. Suroji bersama komponen pendukung Linmas dan Kokam melaksanakan kegiatan patroli malam di wilayah Desa Sumberagung, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, pada Jumat (23/01/2026) pukul 20.00 hingga 23.00 WIB.
Kegiatan patroli malam ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dari potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan desa.
Peltu M. Suroji menyampaikan bahwa patroli malam rutin dilaksanakan sebagai bentuk sinergitas antara TNI dan komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah. "Patroli ini merupakan upaya preventif untuk mencegah tindak kriminalitas serta mempererat kerja sama dengan Linmas dan Kokam sebagai mitra keamanan di desa," ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi wilayah Desa Sumberagung terpantau aman dan kondusif, serta mendapat respons positif dari masyarakat setempat yang merasa lebih nyaman dengan kehadiran petugas patroli.
Dengan adanya kegiatan patroli bersama ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan lingkungan semakin meningkat dan tercipta lingkungan yang tertib, aman, dan damai.

Penulis : Arda 72

Dana Bansos diduga disunat Oknum Perangkat Desa Pagedangan Terancam Masuk Bui


Buserpolkrim.con 

Warga Desa Pagedangan kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu tak hanya resah tapi juga sewot pasalnya tiap kali ambil Bantuan Sosial ( Bansos ) Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) Program Keluarga Harapan ( PKH ) dan Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ) di salah satu BriLink yang kebetulan brilink tersebut kabarnya milik salah satu perangkat desa Pagedangan, isu santer yang beredar luas di masyarakat oknum bekel bersama sang istri diduga tak segan sunat uang milik Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) sebesar Rp 25000 dengan dalih dibagikan kepada seluruh perangkat desa 

Menurut salah satu warga RT 04 desa Pagedangan saat dikonfirmasi awak media Jumat ( 24/1 ) mengaku Bansos Bantuan Langsung Tunai dipotong " memang bener dipotong Rp 25.000 dan potongan itu diluar administrasi pengambilan uang" ujarnya ,saat ditanya siapa yang potong menurut sumber yang meminta agar jatidirinya tetap dirahasiakan mengatakan " ia pihak brilink lah wong itu kan miliknya perangkat desa malah dia bilang katanya potongan yang Rp 25 000 itu untuk perangkat desa " ungkapnya .

Hal senada diamini juga oleh warga Rt 02 RW 01 jika dirinya sebagai penerima bantuan sosial sejak tahun 2020 hingga Oktober 2025 mengaku masih mendapat bansos saat ditanya pengambilan uangnya dengan lantang menjawab " di Aam Nova Brilink Desa Pagedangan brilink itu punya pak bekel Deni kalau misal dapat uangnya Rp 600,000 yang saya terima harusnya Rp 59300 karena ada potongan otomatis distruknya untuk admin sih,nah kenyataannya uang tersebut langsung dipotong oleh pihak brilink sebesar 20 000 sampai 25000 " ujarnya 

Saat ditanya terkait potongan untuk apa pihaknya mengaku tidak tahu " saya tidak tahu namun denger denger sih katanya uang hasil potongan itu nanti untuk dibagikan ke semua aparat desa, cuma kalau kita mah yang penting menerima bantuan itu terserah lah kalau masalah potongan ia setiap penerima bansos pasti dipotong dari mulai PKH , BLT , BPNT , saat ditanya kenapa tidak mengambil ke Brilink yang lain " engak boleh pak katanya harus dibrilink itu malah pak bekel sama istrinya bilang kalau di Brilink yang lain uangnya gak bisa keluar katanya pak" akunya polos 

Ucapan tak kalah ekstrim dilontarkan ibu paruh baya yang memakai pakaian lusuh " cuma gara gara beda pilihan waktu pemilihan Kuwu Desember kemarin bansos yang Rp 900 000 katanya bakal dihentikan emang itu uangnya desa Pagedangan jangan gitu dong " ujarnya dengan nada tinggi , ia masa sih kuwen kuh duite negara ora pak kanggo wong sing ora mampu, tapi nangapa desane nyetop apa gara gara ora milih Kuwu sing dadi tah ia, tapi maaf dakane semono gah pak baka jare kita mah wong milih iku sesenenge dewek ora " ujarnya balik tanya dengan bahasa Indramayu yang medok 
Menanggapi terkait potongan dana Bansos Toni yang juga anggota LBH Elang Suropati News saat dimintai tanggapannya mengatakan " ia pokoknya sih apapun dalihnya potongan itu tidak dibenarkan pemerintah sendiri dengan tegas melarang sebagaimana tertuang didalam Permensos no 3 tahun 2021 bahwa semua bantuan sosial itu sepenuhnya gratis tidak dipungut biaya apapun , jadi kalau kemudian terjadi pemotongan baik Bansos PKH , BLT , BPNT jelas itu tindakan ilegal dan pelakunya bisa dikenakan sanksi sesuai aturan perundang undangan termasuk Perpres no 87 tahun 2016 atau bisa saja oknum tadi disangkakan ke tindak pidana pungli atau tindak pidana korupsi pasal 12 huruf e dan f yang ancaman pidananya diatas 5 tahun penjara jadi siapapun orangnya yang berani lakukan pemotongan dana bansos kalau tidak ingin merasakan dinginnya lantai dan jeruji besi penjara " jelasnya 

sampai berita ini tayang Kuwu Pagedangan saat dibel maupun diSms lewat pesan singkat WhastAap tidak mau angkat dan tidak mau menjawab walaupun kondisi hp dalam eadaan aktif .

( A K 60 )

Dana Desa Menyusut, Kepemimpinan Diuji: Hanya Kepala Desa Visioner yang Mampu Bertahan

Buserpolkrim.com

Pengurangan Dana Desa bukan sekadar koreksi angka dalam tabel anggaran. Ia adalah cermin besar yang mendadak ditegakkan di hadapan wajah kepemimpinan desa. Dan seperti semua cermin yang jujur, tidak semua orang siap menatap pantulannya. Di sana tampak jelas: siapa yang berdiri tegak dengan gagasan, dan siapa yang selama ini hanya hidup dari belanja, bukan dari pikiran.

Saat uang melimpah, hampir semua tampak bekerja. Program berjalan, proyek bergulir, laporan menebal. Namun ketika anggaran menyusut, barulah terang siapa pemimpin dan siapa sekadar pengelola kas. 

Selama bertahun-tahun, Dana Desa menjadi tongkat penyangga pembangunan: jalan dicor, gedung ditegakkan, bantuan dibagikan. Desa memang bergerak, tetapi sering kali bukan karena dituntun visi—melainkan karena diseret oleh dana. Maka ketika tongkat itu dipendekkan, langkah pun goyah. Pembangunan yang dulu berlari kini tertatih, bahkan ada yang jatuh tersungkur.

Berkurangnya Dana Desa sejatinya bukan bencana pembangunan, melainkan ujian kepemimpinan. Ia membuka panggung seleksi alam yang keras namun adil. Desa yang inovatif dan kreatif mungkin terguncang, tetapi tidak tumbang. Mereka mencari celah, membaca potensi, dan memutar otak. Sebaliknya, desa yang selama ini hidup dari rutinitas—mengulang kegiatan yang sama dari tahun ke tahun, menumpuk beton tanpa menumbuhkan kemandirian—tampak panik dan kebingungan, seolah kehilangan arah begitu angka dipangkas.

Di titik ini, kepala desa diuji bukan dari tebalnya laporan serapan anggaran, melainkan dari tajam-tumpulnya gagasan. Kepala desa yang rajin menghabiskan uang negara, namun enggan berpikir bagaimana desa bisa menghasilkan pendapatan sendiri, kini kelimpungan. Fakta sederhana pun terbuka: tidak semua yang pandai belanja mampu bekerja. Tidak semua yang rajin membagi bantuan memahami cara mencipta sumber penghidupan.
Bantuan sosial tentu penting. Ia adalah wujud kehadiran dan empati negara. Namun desa bukan panti belas kasihan yang hidup dari pemberian abadi. Desa harus beranjak dewasa—belajar menghasilkan, bukan sekadar menghabiskan. Desa membutuhkan pendapatan, bukan hanya proposal; membutuhkan usaha, bukan sekadar harapan. Tanpa itu, desa akan selamanya menjadi tangan yang menadah, bukan tangan yang mencipta.

Padahal semangat Undang-Undang Desa sudah sangat jelas: kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Sayangnya, semangat itu kerap terkubur oleh kenyamanan. Lebih mudah membagi daripada membangun, lebih ringan menghabiskan daripada merancang, lebih aman mengikuti pola lama daripada mengambil risiko inovasi. Dana Desa pun sering diperlakukan sebagai tujuan, bukan sebagai alat.

Kini, pengurangan Dana Desa datang seperti lonceng keras di tengah tidur panjang. Ia memaksa desa dan para pemimpinnya terbangun. Kenyataannya pahit namun tak terbantahkan: kepemimpinan tanpa visi akan tersingkir dengan sendirinya. Desa yang dipimpin tanpa arah akan berjalan di tempat, bahkan mundur. Sebaliknya, kepala desa yang visioner akan menjadikan keterbatasan anggaran sebagai tantangan—pemicu kreativitas, bukan alasan untuk meratap.

Pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat berapa besar Dana Desa yang dihabiskan seorang kepala desa. Sejarah hanya akan mengingat satu hal: apakah ia meninggalkan desa yang bergantung, atau desa yang berdaulat.

Penulis(Muhamad kozim)

Catatan Redaksi:
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam:
Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta
Pasal 5 ayat (2) UU Pers yang menjamin hak jawab bagi pihak yang dirugikan.

Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: media Buserpolkrim.com Terima kasih.

Koko Ochim 

Demi Terciptanya Keamanan Wilayah Piket Koramil 03/Serengan Laksanakan Patroli Malam Bersama Linmas

Surakarta , Jumat  tanggal 23/01/2006 Pukul 21.00 WIB sd selesai Piket Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta  Sertu Rochani melaksanakan kegiatan Patroli malam di wilayah kecamatan Serengan kota Surakarta.

Dikatakan Sertu Rochani kegiatan Patroli malam ini rutin dilaksanakan oleh Piket Koramil 03/Serengan guna mencegah tindakan - tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Tujuan Patroli tersebut untuk mengecek keadaan wilayah  dan menjaga keamanan di wilayah Kecamatan Serengan."ujarnya.

"Adapun tempat -tempat yg di patroli adalah ,obyek vital,tempat -tempat yg menjadi pusat keramaian masyarakat   yg ada di wilayah kecamatan Serengan."imbuhnya.

"Kegiatan patroli disamping  menjaga keamanan di wilayah, juga sebagai sarana sambang warga."pungkas Sertu Rochani.

Penulis : Arda 72