Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Tim Buser Naga Polresta Pangkalpinang Tangkap Pelaku Penganiayaan di Tempat Hiburan Malam

Pangkalpinang – Satreskrim Polresta Pangkalpinang melalui Unit Opsnal Tim Buser Naga berhasil mengamankan seorang pria terduga pelaku tindak...

Postingan Populer

Jumat, 30 Januari 2026

Tim Buser Naga Polresta Pangkalpinang Tangkap Pelaku Penganiayaan di Tempat Hiburan Malam



Pangkalpinang – Satreskrim Polresta Pangkalpinang melalui Unit Opsnal Tim Buser Naga berhasil mengamankan seorang pria terduga pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di salah satu tempat hiburan malam di Kota Pangkalpinang.

Penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/65/2026/SPKT/Polresta Pangkalpinang/Polda Bangka Belitung, tertanggal 29 Januari 2026.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Kamis dini hari, 29 Januari 2026, sekitar pukul 03.00 WIB, bertempat di X-tream Bar, Jalan Semabung Lama, Kecamatan Bukitintan, Kota Pangkalpinang.

Korban diketahui berinisial Dxxx Nxxxxxx Sxxxxx Nxxxxx (34), seorang perempuan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, warga Desa Bhaskara Bhakti, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Sementara terlapor adalah Johan alias Jojo (34), warga Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.
Kronologis Kejadian

Berdasarkan keterangan kepolisian, kejadian bermula saat korban datang ke X-tream Bar sebagai pengunjung dan bertemu dengan terlapor yang tengah duduk bersama seorang perempuan. Korban kemudian bercanda dengan pelaku dan mengucapkan kalimat bernada gurauan, lalu menyentuh bagian kepala pelaku.

Diduga tersinggung, pelaku secara spontan memukul korban di bagian pelipis mata sebelah kiri sebanyak satu kali, hingga ponsel korban terjatuh. Saat korban mengambil kembali ponselnya dan mendatangi pelaku, pelaku kembali melakukan pemukulan di bagian yang sama.
Atas kejadian tersebut, korban kemudian melaporkan peristiwa penganiayaan itu ke Polresta Pangkalpinang guna diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kronologis Penangkapan

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Buser Naga melakukan serangkaian penyelidikan. Pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB, petugas menerima informasi bahwa pelaku berencana menyerahkan diri.

Tim kemudian bergerak ke kawasan Jembatan 12 dan berhasil mengamankan seorang pria yang mengaku bernama Johan alias Jojo. Saat dilakukan interogasi awal, pelaku mengakui perbuatannya.

Pelaku menyatakan pemukulan dilakukan secara spontan karena merasa kesal atas tindakan korban. Situasi di lokasi kejadian sempat memanas sebelum akhirnya petugas keamanan tempat hiburan malam memisahkan korban dan pelaku.
Proses Hukum Berlanjut

Selanjutnya, pelaku dibawa ke Polresta Pangkalpinang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi turut mengamankan satu lembar bukti visum sebagai barang bukti.
Saat ini, penyidik masih melengkapi administrasi penyidikan, melakukan gelar perkara, serta berkoordinasi dengan pejabat utama (PJU) guna menentukan langkah hukum selanjutnya.

(HR) 

KAHMI dan Masjid Al-Madaniah Sindang Indramayu Bersinergi, Mengadakan Cek Kesehatan dan Pengobatan Gratis



Dalam sebuah dunia yang semakin kompleks dan terfragmentasi, kegiatan sosial cek kesehatan dan pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh KAHMI dan bekerjasama dengan Masjid Al-Madaniah Sindang Indramayu merupakan sebuah oasis yang menyegarkan. Acara ini dihadiri oleh Adi Cahyadi, SE, Presidium MD KAHMI, dr. H. Zaenal Arifin, M. M sebagai ketua tim kesehatan, Ketua DKM Mohammad Sanafi Hendry, dan pengurus Masjid Al-Madaniah H. Abdul Mu'thi.

Kegiatan ini merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan pencegahan penyakit. Seperti yang dikatakan oleh Adi Cahyadi, SE, "Kesehatan adalah hak setiap manusia, dan kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan kita." Ini bukanlah hanya sebuah pernyataan, tetapi sebuah panggilan untuk kita semua untuk mengambil tanggung jawab atas kesehatan kita sendiri.

Dr. H. Zaenal Arifin, M. M, menambahkan bahwa pencegahan adalah kunci untuk meningkatkan kesehatan, dan kita perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan. Ini merupakan sebuah kebenaran yang sederhana, namun seringkali dilupakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga merupakan sebuah contoh nyata dari keterhubungan manusia. Seperti yang dikatakan oleh Pengurus Masjid Al-Madaniah H. Abdul Mu'thi, "Kita adalah bagian dari komunitas yang lebih besar, dan kita memiliki tanggung jawab untuk membantu orang lain." Ini merupakan sebuah prinsip yang mendasar dalam kehidupan sosial kita.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan warga sekitar, baik bapak-bapak maupun ibu-ibu, yang antusias memeriksa kesehatan mereka secara gratis. Mereka sangat berterima kasih atas kegiatan sosial ini dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut.

Kegiatan sosial cek kesehatan gratis ini bukan hanya satu kali, tetapi akan menjadi program berkelanjutan di Masjid Al-Madaniah dan masjid-masjid lainnya. Kami berharap dapat meningkatkan kesadaran dan mengambil tindakan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.


- Kita perlu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan dan pencegahan penyakit.
- Kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan kita.
- Kita perlu membantu orang lain dan menjadi bagian dari komunitas yang lebih besar.

Masjid Al-Madaniah telah menjadi pusat kegiatan sosial dan kesehatan, di mana masyarakat dapat berkumpul dan berbagi pengalaman. Mari kita terus meningkatkan peran Masjid Al-Madaniah sebagai pusat kegiatan sosial dan kesehatan.

 Program Berkelanjutan:

- Cek kesehatan dan pengobatan gratis di Masjid Al-Madaniah
- Penyuluhan kesehatan di masjid-masjid lainnya
- Pelatihan kesehatan untuk masyarakat
- Kerja sama dengan organisasi kesehatan lainnya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. **Nurbaiti**

Piket Koramil 03/Serengan Laksanakan Patroli Malam Dan Pemantauan Wilayah

Surakarta - Piket Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Serka Sudiono bersama dengan Linmas melaksanakan kegiatan patroli malam dan pemantauan wilayah Kecamatan Serengan, Kamis (30/01/2026) tadi malam.

Dikatakan Serka Sudiono disela-sela pelaksanaan Patroli dirinya menghimbau kepada Warga agar selalu menjaga keamanan lingkungan, dan keamanan wilayah dengan penuh seksama, dan  patut diwaspadai orang yang tidak dikenal yang bertamu di malam hari.

"Kegiatan patroli malam selain memberi  Himbauan kepada warga , juga untuk menjalin silahturahmi dengan mitra karib yang dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Piket Koramil 03/Serengan."ujarnya.

"Harapan kami agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan  menjaga lingkungan masing-masing agar situasi tetap Aman dan kondusif."pungkas Serka Sudiono.

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027



Kota Cirebon– Pemerintah Kota Cirebon menyelenggarakan Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 (29/1/2026). Forum ini menjadi wadah krusial bagi pemerintah, legislatif, dan pemangku kepentingan untuk menyelaraskan visi pembangunan demi mewujudkan Kota Cirebon yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.A.P., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa setiap dokumen perencanaan yang disusun tidak boleh hanya menjadi laporan administratif, melainkan harus memiliki dampak nyata dan terukur bagi kesejahteraan warga. Beliau menginstruksikan seluruh jajaran Perangkat Daerah untuk bekerja lebih cermat dan berintegritas, terutama dalam menghadapi situasi efisiensi anggaran yang ketat.

Dengan tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan melalui Penguatan Sektor Unggulan Daerah,” pembangunan tahun 2027 akan difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu (1) inklusivitas (memastikan pertumbuhan ekonomi menyentuh seluruh lapisan masyarakat dengan penguatan sektor UMKM), (2) keberlanjutan (menjadikan penataan ruang dan kelestarian lingkungan sebagai syarat mutlak dalam pembangunan jangka Panjang), dan (3) sektor unggulan (mempertegas posisi Kota Cirebon sebagai pusat jasa, perdagangan, dan pariwisata melalui digitalisasi dan inovasi).
Selain pemenuhan kebutuhan dasar seperti penanggulangan banjir dan perbaikan jalan, Wali Kota juga menyoroti pentingnya penataan estetika kota. Hal ini selaras dengan rencana penataan kabel fiber optik yang semrawut. Pemerintah berencana menerapkan kebijakan "Satu Tiang Bersama" untuk menggantikan belasan tiang dari berbagai provider yang selama ini mengganggu pemandangan dan ketertiban di pemukiman warga.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio, S.E., dalam forum tersebut memberikan apresiasi atas capaian birokrasi saat ini, khususnya di bidang kesehatan. Kota Cirebon telah berhasil mencapai cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga 103%. Di sisi lain, pemerintah juga akan memberikan perhatian khusus pada perbaikan data sosial (desil) agar bantuan pemerintah tepat sasaran, seperti memastikan profesi rentan mendapatkan dukungan yang layak.

Forum ini dihadiri oleh 130 peserta, baik secara luring maupun daring, yang terdiri atas unsur legislatif, akademisi, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan. Partisipasi aktif masyarakat melalui Musrenbang dan pokok-pokok pikiran DPRD diharapkan dapat menjawab tantangan riil di lapangan, mulai dari masalah pengangguran hingga ketahanan infrastruktur terhadap perubahan iklim.

Wali Kota menutup forum dengan mengajak seluruh sektor swasta untuk bersinergi melalui program CSR yang selaras dengan prioritas daerah, guna mewujudkan visi Cirebon SETARA berkelanjutan.
(D.W Krisnara)

Otoritas Jasa Keuangan satukan Pemkab Kuningan dan seluruh PUJK, mendorong KUR jadi Motor Ekonomi Rakyat



Kuningan-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kantor OJK Cirebon memperkuat peran pembiayaan sebagai penggerak ekonomi rakyat dengan menyatukan Pemerintah Kabupaten Kuningan dan seluruh pelaku industri jasa keuangan dalam upaya memperluas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Langkah ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor OJK Cirebon Agus Muntholib dan dihadiri Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, didampingi Sekda dan Asisten Daerah (Asda) serta jajaran perangkat daerah terkait, serta seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang beroperasi di wilayah Kuningan, pertemuan berlangsung di Pendopo, Selasa (27/1/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog kebijakan antara regulator, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk memastikan pembiayaan UMKM tidak hanya meningkat dari sisi penyaluran, tetapi juga benar-benar menjangkau pelaku usaha kecil dan mikro yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. OJK Cirebon menilai penguatan akses pembiayaan UMKM merupakan prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Kantor OJK Cirebon Agus Muntholib menyampaikan, keterlibatan seluruh PUJK dalam satu forum bersama pemerintah daerah merupakan bentuk konkret pendekatan kolaboratif yang diinisiasi OJK. “OJK mendorong KUR sebagai kebijakan afirmatif yang berpihak pada UMKM dan ekonomi rakyat. Dengan menyatukan pemerintah daerah dan seluruh PUJK, pembiayaan UMKM diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terkoordinasi, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujar Agus Muntholib.
Menurut OJK Cirebon, keterlibatan seluruh PUJK dalam satu forum bersama pemerintah daerah menjadi kunci untuk memperluas jangkauan pembiayaan, sekaligus menjaga kualitas kredit agar UMKM tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Pendekatan kolaboratif ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan keterbatasan akses permodalan yang masih dihadapi sebagian pelaku usaha kecil di daerah.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyambut baik langkah OJK Cirebon yang mendorong sinergi lintas sektor tersebut. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat Kuningan. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penguatan data UMKM, pendampingan usaha, dan kolaborasi dengan OJK serta pelaku jasa keuangan agar pembiayaan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Dian.

Ke depan, OJK Cirebon akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh PUJK melalui monitoring dan evaluasi penyaluran KUR. Upaya ini diharapkan mampu menjadikan pembiayaan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kuningan. 
(D.W Krisnara)