
Surakarta - Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta, Serma Taufik Mukhlis melaksanakan Patroli malam bersama anggota Linmas di wil...

Kabupaten Indramayu - Dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SMK Negeri 1 Anjatan, Kabupaten Indramayu, usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan serius. Sebanyak 74 siswa dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan MBG dari Dapur Vizzal, Kamis(22/10/2026).
Informasi sementara menyebutkan, sebanyak 17 siswa dirujuk ke RSUD Sentot Patrol untuk mendapatkan penanganan medis. Para siswa tersebut dilaporkan didampingi orang tua masing-masing. Sementara itu, siswa lainnya disebut mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Anjatan, Puskesmas Sukra, dan RS Mitra Plumbon Patrol.
“Info sementara jumlah siswa yang dirujuk ke RS Sentot 17 siswa, didampingi orang tua masing-masing, dari jumlah total 74 siswa keracunan,” kata Renza, warga Anjatan, saat menyampaikan informasi tersebut.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius mengenai keamanan pangan dan mekanisme pengawasan program MBG, khususnya terhadap makanan yang diproduksi dan didistribusikan oleh Dapur Vizzal.
Lebih lanjut, Pihak SMKN 1 Anjatan belum keterangan saat dikonfirmasi tentang informasi tersebut. Berikut juga dengan pihak penyedia MBG dari Dapur Vizzal yang hingga kini tak kunjung buka suara.
Sejumlah hal mendasar perlu segera dijelaskan kepada publik: apakah makanan telah melalui pemeriksaan kelayakan, bagaimana pengawasan terhadap dapur penyedia dilakukan, apakah terdapat keluhan sebelumnya, serta apa langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Orang tua siswa berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi anak-anak mereka dan hasil penyelidikan. Masyarakat juga berhak mengetahui apakah pelaksanaan program yang menyangkut kesehatan peserta didik telah memenuhi standar keamanan pangan.
(Nurbaiti)