Indramayu , buser polkrim — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indramayu mengambil tindakan tegas dengan menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha permainan anak-anak di kawasan Alun-Alun Indramayu pada Sabtu Pon, (16/5/2026). Langkah ini diambil menyusul semakin tidak beraturannya kondisi para pedagang yang memicu carut-marutnya tata kota serta rusaknya sejumlah fasilitas umum di area ikonik tersebut.
Penertiban yang berlangsung humanis namun tegas ini dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Indramayu, Asep Afandi. Dalam pelaksanaannya, Satpol PP tidak bergerak sendiri melainkan bersinergi dengan berbagai instansi terkait, mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Diskimrum), hingga pihak kelurahan setempat.
Asep Afandi menegaskan bahwa tindakan ini merupakan perintah langsung dari pimpinan yang harus dijalankan demi mengembalikan fungsi ruang publik. Menurutnya, penataan ulang ini sangat krusial agar kawasan Alun-Alun Indramayu tidak semakin semrawut. Kerja sama lintas dinas di lapangan sengaja dilakukan agar penataan area tersebut bisa berjalan maksimal dan terintegrasi dengan baik.
"Jika sudah ada perintah, saya tetap akan jalankan tanpa pandang bulu demi kenyamanan dan keindahan kota Kabupaten Indramayu," ujar Asep dengan tegas saat ditemui di lokasi penertiban, Sabtu (16/5/2026).
Pemerintah Kabupaten Indramayu pun memastikan tidak bertindak semena-mena dalam melakukan penggusuran. Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah telah menyediakan sejumlah lokasi relokasi yang representatif bagi para pelaku usaha, seperti di kawasan Sport Center, GOR Singalodra, dan Pasar Mambo. Meski demikian, Asep menyayangkan masih adanya sebagian pedagang yang sempat menolak dipindahkan dari area Alun-Alun.
Langkah tegas pemerintah ini rupanya mendapat respons positif dan dukungan penuh dari masyarakat setempat. Agus, salah seorang pengunjung Alun-Alun, mengaku sangat mendukung sterilisasi tersebut demi mewujudkan wajah baru Indramayu yang lebih estetis dan nyaman sebagai tempat melepas penat setelah seharian bekerja.
Asep Afandi berharap masyarakat dan para pelaku usaha bisa menyadari pentingnya menjaga kebersihan serta keindahan lingkungan. Dengan kembalinya fungsi Alun-Alun sebagaimana mestinya, area ini diharapkan dapat menjadi magnet wisata yang ramah dan indah, baik bagi warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah yang ingin bersantai dan berfoto bersama keluarga.
Sedangkan Nurbaiti Ketua PPIB (Perkumpulan Pedagang Indramayu Bersatu) menyambut baik para pelaku usaha yang akan di pindah ke Sport Center, mudah - mudah rezekinya pada lancar ditempat yang baru.
((Nurbaiti))






