Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Piket Koramil 02/Banjarsari Bersama Linmas Melaksanakan Patroli Malam di Wilayah Kecamatan Banjarsari

Surakarta - Piket Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta  Sertu Supriyanto  melaksanakan kegiatan Patroli malam di wilayah kecamata...

Postingan Populer

Jumat, 19 Juni 2026

Piket Koramil 02/Banjarsari Bersama Linmas Melaksanakan Patroli Malam di Wilayah Kecamatan Banjarsari

Surakarta - Piket Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta  Sertu Supriyanto  melaksanakan kegiatan Patroli malam di wilayah kecamatan Banjarsari kota Surakarta, Jum'at (19/06/2026).

Dikatakan Sertu Supriyanto kegiatan Patroli malam ini rutin dilaksanakan oleh Piket Koramil 02/Banjarsari guna mencegah tindakan - tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Tujuan Patroli tersebut untuk mengecek keadaan wilayah  dan menjaga keamanan di wilayah Kecamatan Banjarsari."terangnya.

"Adapun tempat -tempat yg di patroli adalah ,obyek vital,tempat -tempat yg menjadi pusat keramaian masyarakat   yang ada di wilayah kecamatan Banjarsari."imbuhnya.

"Kegiatan patroli disamping  menjaga keamanan di wilayah, juga sebagai sarana sambang warga."pungkasnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

ABPEDNAS Wonosobo Angkat Persoalan SPPG Ngalian, Dari UMKM Hingga Pengelolaan Limbah

WONOSOBO – Ketua ABPEDNAS Kabupaten Wonosobo, Boby Santoso, menyoroti sejumlah persoalan yang terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Ngalian, Kecamatan Wadaslintang. Berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat dinilai perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar program yang dijalankan dapat berjalan sesuai tujuan serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Menurut Boby Santoso, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah belum dilibatkannya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dalam rantai distribusi kebutuhan SPPG. Padahal, keberadaan program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar, mulai dari petani, peternak, pedagang hingga pelaku usaha kecil di wilayah Kecamatan Wadaslintang.

"Masyarakat berharap program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian desa serta memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar," ujar Boby.

Selain persoalan pemberdayaan ekonomi lokal, ABPEDNAS juga menerima laporan masyarakat terkait dugaan belum optimalnya sistem pengelolaan limbah yang dihasilkan dari aktivitas operasional SPPG. Warga mengaku khawatir limbah tersebut dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan apabila tidak dikelola sesuai standar yang berlaku.

Boby menegaskan bahwa setiap fasilitas pengolahan makanan dalam skala besar wajib memiliki sistem pengelolaan limbah yang memadai, termasuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), guna mencegah pencemaran lingkungan dan menjaga kenyamanan masyarakat sekitar.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menerima informasi dari sejumlah warga terkait dugaan penggunaan fasilitas SPPG di luar aktivitas operasional yang semestinya. Meski demikian, ABPEDNAS meminta agar informasi tersebut ditelusuri dan diverifikasi secara objektif oleh instansi yang berwenang sebelum diambil kesimpulan.

"Kami meminta pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap operasional SPPG Ngalian. Jika ditemukan adanya pelanggaran, maka harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. Namun apabila informasi tersebut tidak terbukti, perlu adanya klarifikasi resmi agar tidak berkembang menjadi isu yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," tegasnya.

ABPEDNAS Kabupaten Wonosobo berharap seluruh aspirasi dan keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara transparan dan profesional. Dengan demikian, program pemenuhan gizi yang menjadi salah satu program strategis pemerintah dapat berjalan dengan baik, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus tetap menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaannya.

Sebagai organisasi yang menaungi pemerintahan desa, ABPEDNAS menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat agar pelaksanaannya berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, serta mampu mendukung pembangunan dan kesejahteraan warga desa.

(Yudhi / KJN )
Uploaded Image

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Cirebon Gelar Lomba Menembak Eksekutif, Perkuat Soliditas dan Profesionalisme Personel


CIREBON – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polresta Cirebon menggelar Lomba Menembak Eksekutif yang berlangsung di Lapangan Tembak Dharma Ksatria Sat Brimob Yon C Pelopor Talun, Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Desa Mountoya, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Lomba menembak ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Polresta Cirebon dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80, sekaligus sebagai ajang peningkatan kemampuan personel Polri dalam bidang menembak secara profesional, terukur, dan sesuai standar operasional prosedur.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., Danyon C Pelopor Sat Brimob Polda Jabar Kompol Apt. Bagus Amrulloh Nuru Imamawan, S.Farm., S.I.K., Wadanyon Kompol Dudin Taptjani, S.Sos., serta para Pejabat Utama (PJU) Polresta Cirebon, personel Polresta Cirebon, dan personel Brimob Yon C Pelopor.

Kegiatan lomba menembak eksekutif ini tidak hanya menjadi sarana olahraga dan kompetisi, tetapi juga sebagai wadah mempererat sinergitas, soliditas, serta jiwa korsa antar personel Polri. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta hubungan kerja yang semakin harmonis antar satuan fungsi maupun antar satuan wilayah dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kemampuan teknis personel, khususnya dalam penggunaan senjata api secara aman dan profesional.
"Lomba menembak ini merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kemampuan dasar personel Polri, terutama dalam hal konsentrasi, ketelitian, pengendalian diri, serta kedisiplinan dalam penggunaan senjata api. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat soliditas dan kebersamaan di lingkungan Polresta Cirebon," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapolresta Cirebon menegaskan bahwa peningkatan kemampuan personel merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin kompleks di tengah dinamika masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan kemampuan melalui kegiatan seperti lomba menembak ini akan terus didorong secara berkelanjutan.

Selain aspek peningkatan kemampuan, kegiatan ini juga menjadi sarana refreshing bagi personel di tengah padatnya tugas operasional, sehingga diharapkan dapat menjaga semangat, motivasi, serta mentalitas kerja yang tetap optimal.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib, lancar, dan mengedepankan faktor keselamatan. Peserta lomba mengikuti setiap tahapan dengan penuh antusias serta tetap mematuhi aturan dan standar keselamatan yang telah ditetapkan panitia.
Kegiatan Lomba Menembak Eksekutif Polresta Cirebon dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin meningkatkan profesionalisme, soliditas, serta semangat pengabdian seluruh personel Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

((Red.))

Kodim 0707/Wonosobo Kembali Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Meksiko vs Korea Selatan, Pererat Silaturahmi TNI-Masyarakat


Wonosobo – Kodim 0707/Wonosobo kembali menggelar acara nonton bareng (Nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 antara Meksiko melawan Korea Selatan. Kegiatan yang digelar sebagai sarana membangun keakraban antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan masyarakat ini berlangsung meriah dan dipadati warga sejak sebelum pertandingan dimulai.

Layaknya pesta sepak bola, warga memadati lokasi acara untuk menyaksikan laga tersebut melalui layar besar yang telah disiapkan oleh Kodim. Acara ini diikuti oleh anggota TNI, keluarga besar Kodim 0707/Wonosobo, serta masyarakat sekitar, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.

Dandim 0707/Wonosobo melalui Pasiter Kodim, Kapten Inf Y Nurbiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan nobar ini bukan sekadar hiburan semata. Menurutnya, acara ini menjadi wadah strategis untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mendekatkan TNI dengan masyarakat. Sepak bola mempersatukan kita tanpa memandang perbedaan. Semoga silaturahmi ini terus terjaga,” ujar Kapten Inf Y Nurbiyanto.

Dandim berharap melalui nobar Piala Dunia ini, sinergi dan kedekatan antara TNI dengan masyarakat semakin kuat, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, aman, dan kondusif di wilayah tersebut.

Salah satu warga yang antusias mengikuti nobar, Nathan Akbar, mengaku sangat gembira bisa menyaksikan pertandingan bersama prajurit Kodim 0707/Wonosobo. “Hari ini saya mengidolakan tim Korea Selatan. Dengan diadakannya acara nonton bersama ini, saya selaku pemuda desa dapat berkesempatan menyaksikan pertandingan sepak bola di Kodim,” ungkap Nathan.

Ia juga berharap agar pada tahun-tahun mendatang Timnas Indonesia bisa menjadi salah satu peserta Piala Dunia.
 Lebih lanjut, Nathan menambahkan bahwa nonton bareng dengan prajurit TNI selain meningkatkan silaturahmi, juga membangkitkan semangat kebangsaan untuk menjaga rasa kebersamaan dan kekeluargaan.
“Semoga dengan adanya nobar Piala Dunia hari ini, Kodim selalu menjalin keharmonisan antara warga dan TNI di lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Kegiatan nobar seperti ini rutin dilakukan Kodim 0707/Wonosobo sebagai bagian dari program pendekatan TNI kepada masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan momentum besar olahraga internasional untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

(Yudhi)
Pendim0707
Uploaded Image

Bhabinkamtibmas Desa Pasir Luhur Lakukan Monitoring Pertumbuhan Jagung Program Ketahanan Pangan

ROKAN HULU –
 Dalam rangka mendukung program
 ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Kunto Darussalam melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung 
pipil di lahan Program Nomor 2 Ketahanan Pangan yang berada di Desa Pasir Luhur, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Hadir dalam kegiatan itu Bhabinkamtibmas Desa Pasir Luhur, Bripka Ricardo Sibarani, pengurus BUMDes Sri Rejeki Desa Pasir Luhur, serta perangkat desa setempat.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung pipil jenis hibrida yang telah ditanam sejak 11 Mei 2026. Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung yang kini berusia 35 hari menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik dengan tinggi rata -rata mencapai 30 hingga 50 sentimeter. 
Bripka Ricardo Sibarani mengatakan bahwa kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan tanaman jagung yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang maksimal. 
Selain melakukan pengukuran tinggi tanaman, Bhabinkamtibmas juga ikut membantu membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman jagung. Pembersihan gulma dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman serta menjaga kesuburan lahan. 
"Dari hasil pengecekan di lapangan, sekitar 80 persen tanaman jagung tumbuh dengan baik. Perawatan terus dilakukan agar hasil panen nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya. 
Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga. memberikan motivasi kepada para pekerja dan pengelola lahan agar terus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan s wasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional dalam beberapa tahun ke depan. 
Kapolsek Kunto Darussalam menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. 
Melalui kegiatanb pendampingan dan monitoring ini, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, menciptakan situasi yang aman dan kondusif, serta memperkuat sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sektor pertanian. 
Selain itu, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat juga menjadi sarana untuk menerima berbagai aspirasi maupun kendala yang dihadapi warga sehingga dapat dicarikan solusi secara bersama- sama.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Program ketahanan pangan di Desa Pasir Luhur diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa- desa lainnya dalam mendukung peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan masyarakat. JurnalisRobet htr