Media Buser Polkrim

Berita Terkini

Ruang Sidang Mencekam, Ketika Ririn Dan Priyo Bantah Eksekutor Terduga Pembunuhan Sadis Lima Nyawa

Indramayu , Buser Polkrim – dua terdakwa ririn dan prio membantah menjadi terduga eksekutor dalam kasus pembunuhan sadis kelua...

Postingan Populer

Kamis, 14 Mei 2026

Ruang Sidang Mencekam, Ketika Ririn Dan Priyo Bantah Eksekutor Terduga Pembunuhan Sadis Lima Nyawa



Indramayu , Buser Polkrim – dua terdakwa ririn dan prio membantah menjadi terduga eksekutor dalam kasus pembunuhan sadis keluarga Haji Syaroni di Paoman, lalu siapakah dalang dibalik kasus pembunuhan satu kelurga tersebut, sidang pun memanas di Pengadilan Negeri Indramayu pada Rabu (13/5/2026).  

Di tengah ruang sidang yang mencekam, terdakwa Ririn dan Priyo secara mengejutkan melempar bom pernyataan dengan membantah keterlibatan mereka sebagai eksekutor utama. Alih-alih mengakui perbuatan, mereka justru menyeret empat nama baru—Aman Yani, Hardi, Yoga, dan Joko—sebagai dalang sesungguhnya di balik tragedi maut tersebut.

Toni RM, kuasa hukum Ririn, secara blak-blakan menyuarakan dugaan adanya konspirasi besar yang menyembunyikan pelaku asli. Menurut Toni, kliennya hanyalah pion dalam skenario gelap ini, sementara Aman Yani dituding sebagai sosok kuat yang diduga menjadi otak pembunuhan sebenarnya. 

Narasi "kambing hitam" ini pun mulai mengguncang publik Indramayu, mempertanyakan apakah polisi telah menangkap orang yang salah ataukah ini sekadar manuver licin untuk lolos dari jeratan hukum.

Namun, drama pembelaan tersebut langsung dipatahkan dengan argumen dingin dari pihak korban. Hery Reang, pengacara keluarga Haji Syaroni, menegaskan bahwa jejak kejahatan tidak bisa berbohong. Bukti forensik berupa sidik jari Ririn yang menempel jelas pada botol obat nyamuk dan pintu geser di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dianggap sebagai "paku mati" yang mengunci keterlibatannya.

Tak hanya itu, rekaman CCTV disebut-sebut merekam jelas pergerakan para terdakwa saat malam berdarah itu terjadi.

"Kami tetap yakin pelakunya hanya dua orang, Ririn Rifanto dan Priyo! Dua alat bukti sudah lebih dari cukup untuk menyeret mereka ke lubang penghukuman," tegas Hery Reang dengan nada penuh keyakinan di sela-sela persidangan. 

Pihak korban tampaknya menutup rapat pintu bagi spekulasi keterlibatan pihak lain dan mendesak hakim untuk segera memberikan vonis maksimal atas hilangnya nyawa keluarga tercinta mereka.

Publik kini terbelah dan bertanya-tanya: mungkinkah ada "aktor intelektual" lain yang masih melenggang bebas di luar sana, ataukah Ririn dan Priyo hanya sedang memainkan sandiwara terakhir untuk menghindari vonis mati? Pertarungan fakta dan alibi ini semakin memojokkan posisi terdakwa di hadapan bukti-bukti ilmiah yang diajukan jaksa, sementara misteri nama-nama baru yang disebut mulai menghantui jalannya persidangan.

Sidang lanjutan yang dijadwalkan pada Senin Kliwon, 18 Mei 2026 mendatang, diprediksi akan menjadi panggung pembuktian paling krusial. Akankah keadilan benar-benar berdiri tegak untuk keluarga Haji Syaroni, ataukah kasus ini akan berakhir dengan keraguan yang menyisakan tanda tanya besar? 

Masyarakat Indramayu kini menanti dengan nafas tertahan, berharap hukum tak membiarkan satu pun nyawa melayang tanpa pertanggungjawaban yang tuntas.

Nurbaeti

Laksanakan Patroli Malam Bersama Linmas, Piket Koramil 03/Serengan Himbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Surakarta - Piket Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Serda Djoko Riyadi melaksanakan Patroli malam bersama anggota Linmas di wilayah Kecamatan Serengan, Rabu (13/05/2026), tadi malam.

Menjadi perhatian khusus dari Piket Koramil 03/Serengan, terutama pada sasaran kegiatan Patroli malam ini meliputi sektor kuliner malam, fasilitas umum maupun tempat-tempat yang tingkat kerawanannya dianggap perlu perhatian dari Piket Koramil 03/Serengan malam ini.

Serda Djoko Riyadi menegaslan walaupun dengan kondisi terbatas, kegiatan Patroli malam tetap dilaksanakan bersama anggota Linmas  secara terus menerus dan berkelanjutan untuk mencegah terjadinya niat dari para pelaku yang akan berbuat kejahatan hingga terjadi aksi kriminalitas

"Dan yang paling utama adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan istirahat dan yang beraktifitas dimalam hari."pungkas Serda Joko Riyadi.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Rabu, 13 Mei 2026

Sinergitas Rutan Kelas I Cirebon dengan Aparat Penegak Hukum, Kepala Rutan Cirebon Jonson Manurung Temui Kapolres Cirebon Kota


Cirebon - Jajaran Rumah Tahanan Negara  (Rutan) Kelas I Cirebon perkuat koordinasi bersama aparat penegak hukum dengan melakukan audiensi dan berkunjung kepada Kepolisian Resor Cirebon Kota, sebagai peningkatan sinergi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan, hari Rabu Tgl,13/5/2026.

Kepala Rutan Kelas I Cirebon, Jonson Manurung, dalam pertemuan menyampaikan "Kami berkomitmen menjaga lingkungan Rutan tetap aman dan kondusif, dengan terus meningkatkan sinergi dengan Polres Cirebon Kota, terutama dalam upaya deteksi dini serta pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban didalam Rutan Cirebon," ujarnya.

Kedatangan jajaran rutan di sambut baik pihak Polres Cirebon Kota, Kepala Polres Kota Cirebon, AKBP Eko Iskandar, menyampaikan "Siap memberikan dukungan kepada Rutan Cirebon, berupa patroli, pengamanan kegiatan razia gabungan dan pertukaran informasi intelijen menjadi bentuk nyata sinergitas yang akan terus ditingkatkan bersama Rutan", paparnya. 

Kerja sama ini diharapkan dapat menjaga lingkungan Rutan tetap tertib dan aman, serta menjadikan program pembinaan warga binaan berjalan sesuai dengan Undang Undang Pemasyarakatan agar saat kembali kemasyarakat menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan siap berkontribusi.

((Red.))

Dump Truk Mogok di Jalan Raya Cisoka, Polisi Sigap Atur Lalu Lintas Cegah Kemacetan


Uploaded Image



Arus lalu lintas di jalan raya Cisoka sempat mengalami perlambatan setelah sebuah truk pengangkut barang mengalami kendala mogok 

Menanggapi kondisi tersebut, petugas kepolisian dari Polsek Cisoka langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi Kepadatan. Rabu (13/05/2026)

Dilokasi kejadian terlihat Ipda Al Taefur beserta anggota lainnya langsung melakukan pengaturan arus kendaraan dari berbagai arah
sibuk mengatur lalu lintas demi mengurangi kemacetan.

Ipda Al Taefur mengatakan mobil Dump truk tersebut mengalami mogok sejak pukul 05.00 Wib dan sempat menimbulkan kemacetan panjang karena tepat waktunya anak anak berangkat ke sekolah dan karyawan berangkat bekerja.tegasnya

Situasi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, terlebih pada saat volume kendaraan yang melintas cukup ramai.

Petugas mengarahkan kendaraan secara bergantian agar tetap dapat melintas dengan aman di sekitar lokasi truk yang mogok.

Langkah tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya kemacetan yang lebih panjang serta memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan lancar.

Selain melakukan pengaturan lalu lintas, petugas juga berkoordinasi dengan pengemudi truk untuk segera melakukan penanganan terhadap kendaraan yang mengalami kendala tersebut.

Dengan pengaturan yang dilakukan oleh petugas kepolisian, arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian dapat tetap terkendali meskipun sempat terjadi perlambatan kendaraan.

Uploaded Image

Kehadiran polisi di lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas, 
Karena itu, petugas kepolisian terus melakukan pemantauan di sejumlah jalur utama untuk memastikan tidak terjadi gangguan lalu lintas yang dapat menghambat perjalanan masyarakat.

Menurutnya, setiap potensi gangguan lalu lintas, termasuk kendaraan mogok di jalan raya, harus segera ditangani agar tidak menimbulkan kemacetan yang lebih luas.

Al Taefur menambahkan  mengimbau kepada para pengendara, khususnya pengemudi kendaraan besar, untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan.

“Dengan kesiapan kendaraan dan kedisiplinan pengendara, diharapkan perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” pungkas Al Taefur





Bang Onay

Oknum Ketua Forum Jurnalis Indramayu diduga bekingi Penimbun BBM Bersubsidi

 

Buserpolkrim.com

Maraknya penimbunan BBM jenis solar diwilayah Indramayu barat diduga dibekingi oknum wartawan, pantas kalau kemudian Toni dan anak buahnya yang beberapa waktu lalu isunya pernah diamankan pihak kepolisian terkait dugaan penimbunan BBM jenis solar tak juga merasa jerah faktanya hingga berita ini tayang Toni Cs tetep lakukan penimbunan solar karena diduga merasa dibekingi oknum wartawan.

Yang menarik dari pemberitaan ini yakni menyeret nama ketua forum jurnalis Indramayu 
Padahal maaf tidak bermaksud untuk menggurui namun sejatinya siapapun tahu yang namanya jurnalis/ wartawan tugas utamanya adalah mencari mengumpulkan,memverifikasi,menulis dan menyajikan informasi atau berita yang akurat dan berimbang kepada publik , wartawan juga bertindak sebagai penyampai fakta pengawas sosial ( watchdog ) yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik 

kalau kemudian ada pemberitaan yang tayang pada media online Buserpolkrim.com yang memuat haedline dugaan penimbunan BBM diwilayah kecamatan Kandanghaur meminta perlindungan kepada ketua forum jurnalis berdasarkan dari hasil pantauan serta investigasi dilapangan bahkan saat berita hendak tayangpun beberapa rekan seprofesi meminta agar tidak usah ditayangkan sebab kegiatan tersebut ( penimbunan solar red ) yang dibelakangnya yakni ketua forum jurnalis Indramayu " ujarnya 

Nurbaeti Ketua tim investigasi dari media Buserpolkrim.con berusaha menjembatani antara Moh Kozim yang sebagai Kaperwil Jabar Buserpolkrim com dengan Day Asw ketua forum jurnalis Indramayu terkait pemberitaan yang tayang kemarin terkait dugaan penimbunan BBM bersubsidi menurut Nurbaeti jika Day keberatan namanya dikait kaitkan dengan dugaan penimbunan solar oleh karena itu meminta agar nama ketua forum jurnalis Indramayu dihapus bahkan pihaknya pada malam hari langsung mengirim pesan lewat aplikasi whast Aap yang isinya mengaku siap bertemu dengan awak media online Buserpolkrim.com dimana saja, namun pada siang hari tiba tiba pernyataan yang katanya siap ketemu dimana saja ternyata menurut Nurbaeti diubah pertemuan dilokasi sport centre Indramayu kota " kalau tadi malem sih SMS kesaya katanya siap ketemu jam 13 :00 wib dimana saja kalau kemudian geser ke SC ia gak tahu tuh , SMS dari Koko saya kirim kepada ketua tapi hanya dilihat saja , sekarang saya kan lagi sama ketua forum " ujar NB 
Menyoroti pemberitaan yang tayang di salah satu media online DR Walim SH MH ikut memberikan pemahaman terkait tugas dan pungsi wartawan " tugas dan pungsi wartawan jelas membuat pemberitaan yang akurat dan berimbang kalau kemudian didalam peberitaan nama oknum sampai terseret tentunya barangkali didasari hasil penelusuran maupun investigasi dilapangan kan wartawan memiliki pedoman misalnya apa yang dilihat, apa yang didengar, serta apa yang dirasakan, dan itu sebenarnya sama saja dengan 5 W 1 H " ujar mantan Ketua Komisi Informasi Daerah ( KID) periode pertama kala pertama kali dibentuk .

Lanjut pria yang juga seorang Dosen di Untag Cirebon lebih jauh menjelaskan " kalau tadi saudara kan bertanya, katanya boleh tidak wartawan nyambi bekingi penimbun solar subsidi , ia jelas tidak boleh sebab tindakan tersebut merupakan pelanggaran Hukum serius, penimbunan BBM bersubsidi adalah tindak pidana, dan kalau benar ada keterlibatan oknum wartawan tadi disamping melanggar kode etik jurnalistik pasal 6 disitu dikatakan wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi atau menerima suap membekingi penimbun penyalahgunakan profesi untuk kepentingan pribadi demikian pula didalam KUHAP oknum tersebut juga dikenakan pasal penyertaan atau turut serta melakukan kejahatan yang istilah didalan bahasa hukumnya ( medeplegen) " paparnya

Lebih jauh pria yang juga Owner dari 3 media cetak online dan tv YouTube Intijaya mengatakan " disinilah wartawan juga perlu memahami tentang hukum sehingga tidak sekarepe dewek ( tidak semaunya sendiri ) oleh karena itu saya menekankan kepada seluruh wartawan Intijaya belajarlah kalau tidak kuliah ia membaca buku karena itu sangat penting " pungkas DR Walim SH MH .

( Moh Kozim )