Wonosobo, - Sebuah insiden kurang menyenangkan terjadi di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, di mana seorang pengunjung, WH, merasa tidak mendapat perlakuan yang ramah saat mengunjungi saudaranya yang merupakan pasien BPJS, Alvino Elvan Pradipta, pada hari Rabu (20/3/2024).
WH mengalami ketidaknyamanan ketika menanyakan kondisi impus yang dikenakan pasien dalam keadaan mati kepada perawat di ruang Esa 3.
" Sus, ini infus nya mati," kata WH saat menayakan infus yang tidak berfungsi.
" Kalo imfus mati jangan diotak atik, disini ada yang menjaga," kata NH dengan nada keras dan membentak.
Perawat dengan inisial NH, dalam menjawab pertanyaan WH, terkesan kurang ramah dan bahkan membentak dengan nada tinggi. Hal ini menyebabkan WH merasa tidak dihargai dan cemas atas keadaan keluarganya. Meskipun WH datang dengan kekhawatiran, dia tidak mendapat respons yang memadai dari petugas kesehatan.
Menyikapi insiden ini, penting bagi rumah sakit untuk menegaskan pentingnya pelayanan yang ramah dan inklusif kepada semua pasien, tanpa memandang status pesrta umum maupun BPJS. Setiap individu yang datang mencari bantuan medis harus diperlakukan dengan empati dan pengertian. Ini mencakup memberikan informasi yang jelas dan responsif terhadap kekhawatiran pasien dan keluarganya.
"Manajemen RS PKU Muhammadiyah Wonosobo diharapkan untuk mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan bahwa setiap petugas kesehatan di fasilitas mereka memahami pentingnya perilaku yang ramah dan profesional dalam setiap interaksi dengan pasien dan pengunjung," kata WH saat diwawancarai awak media pada Kamis (21/3/2024).
"Kejadian seperti ini harus dijadikan pelajaran untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan di masa depan, sehingga semua orang dapat merasa aman dan dihargai saat mencari perawatan medis," tandas WH.
Redaksi
0 comments:
Posting Komentar
Hanya pesan membangun